Kasus HIV di Jombang Capai 2,4 Ribu, Puluhan di Antaranya Masih Anak dan Remaja

waktu baca 2 menit
Jumat, 6 Nov 2026 18:00 23 Redaksi

SMANIS EKSPLORA — Jombang Care Center (JCC) Plus mencatat sebanyak 2.460 Orang dengan HIV (ODHIV) mendapatkan pendampingan hingga Oktober 2026.

Dari pemetaan wilayah, Kecamatan Jombang menjadi daerah dengan akumulasi kasus terbanyak, yakni melampaui 200 orang.

Koordinator Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) JCC Plus, Fuad Abdillah, menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan akumulasi ODHIV yang didampingi oleh lembaganya, bukan total keseluruhan kasus HIV resmi yang tercatat di Pemerintah Kabupaten Jombang.

“Berdasarkan akumulasi sampai Oktober 2026, jumlahnya sebanyak 2.460 orang,” ujar Fuad, Kamis (5/11/2026).

Setelah Kecamatan Jombang, Kecamatan Diwek menempati urutan kedua dengan 169 ODHIV, disusul Kecamatan Jogoroto di posisi ketiga sebanyak 137 orang.

Selain berdasarkan sebaran wilayah, JCC Plus mencatat keberadaan ODHIV dari kelompok usia anak dan remaja (0–18 tahun) yang mencapai 40 orang, terdiri atas 22 laki-laki dan 18 perempuan.

“Jumlahnya mencapai 40 orang, terdiri dari 22 laki-laki dan 18 perempuan,” ucap Fuad.

Ia menerangkan, data tersebut belum terpilah secara terperinci mengenai rata-rata kelompok umur yang paling mendominasi. Fuad memaparkan bahwa setiap ODHIV memiliki latar belakang serta riwayat penularan yang beragam sehingga tidak dapat digeneralisasi.

Kondisi ini menegaskan perlunya penguatan program pendampingan, deteksi dini, dan edukasi masif di tengah masyarakat untuk menekan angka penularan.

“Edukasi, pencegahan, pemeriksaan HIV secara dini, serta pendampingan berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat,” ungkapnya.

Fuad menegaskan pentingnya menghapus stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV di lingkungan sosial. Dukungan publik yang inklusif dinilai penting agar ODHIV tidak ragu dalam mengakses layanan kesehatan maupun pendampingan sosial secara berkelanjutan.

LAINNYA